10 Puskesmas Adu Kader Posyandu Mimika, Bukan Sekadar Lomba Yel-yel

TIMIKA, PENAPAPUA.com

Sepuluh Puskesmas di wilayah Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, beradu kreativitas dalam Lomba Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di Hotel Grand Tembaga, Jumat (11/9/2026).

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Salah satu yang diperlombakan adalah yel-yel Posyandu. Namun, kompetisi ini bukan sekadar mencari kader dengan yel-yel paling menarik.

Di balik perlombaan tersebut, Dinas Kesehatan Mimika ingin mendorong kader agar semakin siap menjalankan fungsi Posyandu sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menjangkau seluruh siklus hidup.

Tema yang diusung adalah “Kader Posyandu Inspiratif Berprestasi, Keluarga Sehat, Masyarakat Hebat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Dinkes Mimika, Mariance Aruan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pengabdian dan kompetensi kader sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan Posyandu.

“Tujuannya memberikan apresiasi terhadap pengabdian, kompetensi, konsistensi pelayanan, dan peran kader dalam pemberdayaan masyarakat,” kata Mariance.

Menurut dia, lomba juga diarahkan untuk mendorong kader menerapkan pelayanan Posyandu seluruh siklus hidup serta melakukan kunjungan rumah secara teratur.

Kader yang menunjukkan praktik baik nantinya diharapkan dapat menjadi contoh bagi kader lainnya dan berpeluang mengikuti seleksi pada tahapan berikutnya.

Kader Dituntut Kuasai 25 Keterampilan

Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan Dinkes Mimika, Farida, SKM, M.Kes, menegaskan lomba tersebut menjadi bagian dari pembinaan kader, bukan hanya kegiatan seremonial.

Pelaksanaan lomba, kata dia, menggunakan acuan yang sama agar proses seleksi berlangsung adil, transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami harapkan melalui kegiatan ini kader semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan konsistensi pelayanan seluruh siklus hidup, termasuk kunjungan rumah,” ujar Farida.

Menurut Farida, tantangan kader Posyandu kini semakin besar. Posyandu tidak lagi hanya identik dengan penimbangan bayi dan balita.

Sejalan dengan Transformasi Layanan Primer, Posyandu diarahkan menjadi wadah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menjangkau seluruh tahapan kehidupan.

Karena itu, kader dituntut menguasai 25 keterampilan dasar, memberikan pelayanan saat hari buka Posyandu, melakukan kunjungan rumah, memberikan edukasi kepada keluarga, melakukan pencatatan dan pelaporan, hingga menghubungkan warga yang membutuhkan tindak lanjut dengan tenaga kesehatan.

“Jadi bukan hanya bagaimana kader tampil dalam lomba, tetapi bagaimana mereka mampu memberikan pelayanan yang konsisten di masyarakat,” katanya.

Berharap Lahir Kader yang Bisa Wakili Mimika

Farida berharap lomba tersebut menghasilkan kader yang tidak hanya unggul di tingkat Kabupaten Mimika, tetapi mampu bersaing pada seleksi tingkat Provinsi Papua Tengah hingga nasional.

“Siapa tahu yang terpilih menjadi pemenang hari ini bisa menjadi perwakilan Kabupaten Mimika di ajang tingkat provinsi. Kalau perlu sampai tingkat nasional,” ujar Farida.

Ia menilai ajang tingkat provinsi maupun nasional dapat menjadi ruang bagi kader untuk menunjukkan praktik baik yang telah dilakukan di wilayahnya.

Dinkes Mimika pun berharap kader tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi terus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Sub Kegiatan Peningkatan Upaya Promosi Kesehatan, Advokasi, Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Mimika menargetkan peningkatan motivasi dan kinerja kader, kualitas pelayanan Posyandu, serta munculnya praktik-praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya.

Dengan demikian, yel-yel hanyalah salah satu wajah dari kompetisi. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah seberapa jauh kader mampu membawa pelayanan Posyandu keluar dari meja pelayanan dan hadir langsung di tengah keluarga melalui edukasi, kunjungan rumah, deteksi masalah kesehatan, dan tindak lanjut.
(Redaksi)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *