Ambulans Rusak di Agimuga, Kadinkes Mimika: Pengadaan Baru Masih Berproses

Ambulans Rusak di Agimuga, Dinkes Mimika: Pengadaan Baru Masih Berproses
TIMIKA, PENAPAPUA.com

Ambulans Puskesmas Agimuga, Kabupaten Mimika, rusak dan tak bisa digunakan untuk mengevakuasi pasien. Seorang ibu hamil bahkan terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor oleh Bhabinkamtibmas Kampung Fakafuku, Polsek Agimuga, Brigpol Muh Taufik Permana, beberapa waktu lalu.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Godfried Martubongs mengatakan persoalan tersebut tak semata berkaitan dengan ketersediaan kendaraan, tetapi juga perawatannya. Menurut dia, pemerintah daerah telah menyediakan kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman, termasuk Agimuga.

“Sekarang kenapa itu tidak bisa jalan? Pertama, masalah teknis. Jadi, harusnya punya tenaga mekanik sendiri, sehingga kendaraan operasional yang disediakan oleh pemerintah itu bisa terawat dengan baik,” kata Godfried saat diwawancarai, Jumat, 11 September 2026.

Godfried mengaku belum mengetahui secara pasti sejak kapan ambulans tersebut mengalami kerusakan. Namun, saat berkunjung ke Agimuga beberapa waktu lalu, pihak puskesmas telah melaporkan kondisi kendaraan itu kepadanya.

Ia juga melihat langsung sejumlah bagian ambulans yang mengalami kerusakan, termasuk pintu kendaraan yang membutuhkan perbaikan.

Menurut Godfried, pemerintah Kabupaten Mimika kini menyiapkan ambulans baru untuk dua wilayah pedalaman. Pengadaan tersebut ditujukan bagi Puskesmas Agimuga dan Puskesmas Potowaiburu. Namun, kendaraan yang dijanjikan itu belum tiba karena proses pengadaan masih berjalan.

“Untuk tahun ini kita ada pengadaan ambulans untuk Agimuga dan Potowaiburu. Kendaraannya masih dalam proses. Ketika sudah sampai, pasti kita antar sampai ke lokasi sesuai dengan peruntukan,” ujarnya.

Godfried mengatakan keterbatasan kendaraan menjadi persoalan serius bagi pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Mimika. Pemerintah tidak hanya menyediakan ambulans, tetapi juga kendaraan operasional lain seperti bentor untuk mendukung tenaga kesehatan menjangkau masyarakat di luar gedung puskesmas.

Namun, menurut dia, bentor maupun sepeda motor tidak selalu dapat menggantikan fungsi ambulans, terutama untuk wilayah dengan jarak antarkampung yang jauh.

Kondisi itu terlihat di Agimuga. Jarak antara Kiliarma, Amungun, dan Aramsolki membuat kendaraan roda dua tidak ideal untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

“Untuk Agimuga, karena jarak tempuh antara Kiliarma, Amungun dengan Aramsolki cukup jauh. Mereka butuh transportasi ketika ada pasien. Motor saja tidak mungkin, bentor juga tidak mungkin,” kata Godfried.

Persoalan ambulans Agimuga sekaligus memperlihatkan tantangan pelayanan kesehatan di Mimika: menyediakan kendaraan saja tidak cukup. Kendaraan operasional membutuhkan perawatan rutin dan dukungan mekanik agar tetap bisa digunakan ketika masyarakat membutuhkan layanan darurat.

Dinkes Mimika berharap pengadaan ambulans baru untuk Agimuga dan Potowaiburu dapat segera rampung dan kendaraan tersebut benar-benar memperkuat akses evakuasi pasien di wilayah pedalaman.
(Redaksi)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *