TIMIKA, PENAPAPUA.com
Antrean panjang kendaraan roda empat di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU mulai diurai. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika resmi menerapkan sistem ganjil-genap bagi mobil pengguna Pertalite.
Kebijakan itu berlaku setelah pemerintah daerah melakukan sosialisasi selama sepekan. Hasil awalnya mulai terlihat di lapangan.
Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani, mengatakan antrean kendaraan pengguna Pertalite di SPBU SP2 pada Senin, 7 September 2026, lebih tertib dibanding sebelumnya.
“Tadi saya baru lihat di SPBU SP2. Saya lihat antrean mobil untuk Pertalite sudah cukup tertib, tidak sebanyak biasanya,” kata Sabelina saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan penerapan sistem ganjil-genap mulai memberikan dampak terhadap kepadatan antrean. Namun pemerintah daerah belum akan menganggap kebijakan itu berhasil hanya dari hasil pemantauan awal.
Disperindag akan mengevaluasi penerapan aturan tersebut setelah berjalan selama sepekan.
Sistem ganjil-genap ini merupakan bagian dari program Mimika Berbenah. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 71 Tahun 2026.
Dalam aturan itu, kendaraan roda empat dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil, yakni 1, 3, 5, 7, dan 9, hanya diperbolehkan mengisi Pertalite pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Adapun kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka genap, yakni 0, 2, 4, 6, dan 8, mendapat giliran pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Khusus Ahad, aturan ganjil-genap tidak berlaku. Kendaraan roda empat pengguna Pertalite dapat mengisi BBM bersubsidi tersebut tanpa pembatasan berdasarkan angka terakhir pelat nomor.
Selain mengikuti jadwal, pengendara diwajibkan menunjukkan STNK kepada petugas SPBU saat mengisi Pertalite. Data kendaraan pada STNK akan dicocokkan dengan QR Code dari aplikasi MyPertamina.
Pencocokan itu dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan ketentuan.
Sabelina berharap penerapan sistem tersebut tidak hanya mampu mengurai antrean, tetapi juga berjalan konsisten. Evaluasi setelah satu pekan akan menjadi dasar pemerintah untuk melihat efektivitas kebijakan tersebut.
“Harapannya ini bisa terus berkesinambungan ke depan,” ujarnya.
(Redaksi)














