TIMIKA, Penapapua.com
Timika Inside Festival of Art (TIFA) bakal hadir lagi pada Juli 2026 mendatang. Festival seni dan budaya terbesar di Papua Tengah ini akan digelar pada tanggal 2 hingga 4 Juli 2026 mendatang dan dimeriahkan dengan berbagai agenda termasuk Bazzar dan Pameran Budaya.
Art Director Tifa Creative, Alfo Smith, menegaskan, Bazzar dan Pameran Budaya ini bukan hanya dari Timika, tapi dari luar Timika bahkan dari luar Papua juga ikut kegiatan Bazzar dan pameran budaya.
“Karena beberapa yang punya pengalaman untuk mengikuti even ini, mereka melihat bahwa konsep dan prosesnya terus berjalan dari pembukaan hingga penutupan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, berbagai jenis makanan juga akan dijual dalam bazzar tersebut seperti Papeda dan makanan asli tradisi yang sudah dikemas rapi.
Sementara untuk pameran budaya, ada ukiran-ukiran yang dipajang di stand.
“Kita juga mencoba untuk menghadirkan live cooking pangan lokal serta demonstrasi ukiran budaya secara langsung,” ujarnya.
Meski didominasi oleh warga Timika, namun animo dari luar Timika serta luar Papua juga tinggi untuk berpartisipasi dalam even pameran budaya dan Bazzar.
“Gereja-gereja serta lainnya juga terlibat. Kita masih buka pendaftaran sampai tanggal 1 Juni nanti, dan hingga saat ini sudah 55 stand yang terdaftar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani menjelaskan, untuk gelaran Tifa tanggalnya sudah pasti karena sudah masuk di kalender nasional di bawah kementerian pariwisata.
Tifa punya terobosan-terobosan baru setiap tahunnya. Tifa hadirkan panggung budaya untuk memberikan ruang bagi komunitas dari seluruh nusantara untuk mengapresiasikan karya mereka mulai dari nyanyian hingga tari-tarian.
“Tahun 2026 ini kita membuat sesuatu yang berbeda atau perubahan. Kita membuat lomba Yospan dan juga lomba tari nusantara. Antusias pada tahun 2026 ini sangat luar biasa sekali, bukan saja dari Papua saja tapi dari luar Papua juga ada, dan sudah mendaftar ini saat ini sudah sekitar sekitar 40 an,” katanya.
Lanjutnya, TIFA bukan sekadar festival seni, tetapi juga memiliki dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Mimika.
Hal tersebut dibuktikan dengan total transaksi 42 stan UMKM pada TIFA 2025 lalu mencapai Rp1,75 miliar. Sementara dampak ekonomi keseluruhan festival, termasuk kunjungan tamu luar daerah, mencapai sekitar Rp3,75 miliar.
“Saya pun berharap tahun ini dampaknya lebih besar dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Redaksi)














