TIMIKA, PENAPAPUA.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Elias Rande Ratu, turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan reses yang berlangsung di RT 19, Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Senin (13/7/2026)
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, drainase, penerangan, pendidikan, hingga kebutuhan perumahan.
Dalam kesempatan itu, Elias menjelaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota dewan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
“Reses adalah momen bagi anggota dewan untuk turun langsung ke dapil masing-masing, menyerap aspirasi masyarakat, kemudian memperjuangkannya melalui lembaga DPRK,” ujar Elias.

Salah satu warga RT 13, Yunus Situru, menyampaikan keluhan terkait kondisi Jalan Kelemutu hingga kawasan Hotel Emeral yang sering mengalami banjir ketika hujan turun.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama para pejalan kaki yang harus berbagi jalan dengan kendaraan bermotor.
“Kalau hujan jalan ini sering banjir. Kami pejalan kaki kadang berselisih dengan pengendara motor karena kondisi jalan yang sempit. Kami berharap jalan bisa ditinggikan agar air tidak naik dan dapat dibuatkan trotoar untuk pejalan kaki,” ungkap Yunus.
Selain itu, warga lainnya, Rio Riata, turut menyampaikan aspirasi terkait perbaikan drainase di sepanjang Jalan Kelemutu yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Ketua RT 19, Isak Rumpaidus, juga menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya pelebaran Jalan Amato yang saat ini dinilai terlalu sempit, pembangunan trotoar, serta bantuan perumahan bagi warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ibu Erlina, warga Lorong Ararat, menyampaikan persoalan pendidikan, khususnya terkait akses mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak sekolah.
“Kami ingin tahu bagaimana cara mendapatkan kartu KIP, karena banyak anak-anak kami yang membutuhkan bantuan agar bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Warga Lorong Ararat juga mengusulkan adanya penambahan penerangan jalan karena kawasan tersebut masih membutuhkan fasilitas lampu penerangan untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari.

Menanggapi aspirasi tersebut, Elias Rande Ratu mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Terkait penerangan jalan, Elias menjelaskan bahwa pada tahun ini jumlah titik penerangan yang dapat diakomodasi masih terbatas.
“Untuk penerangan jalan, tahun ini kita hanya mendapatkan 16 titik. Kita tahu kebutuhan masyarakat sangat besar, tetapi karena keterbatasan yang ada, kemungkinan akan kita masukkan kembali pada tahun berikutnya,” jelas Elias.
Sementara itu, Lurah Kwamki Baru, Andreas Alua Mitoro, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan menjadi bahan perjuangan dan usulan pembangunan ke depan.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat tentu akan diperjuangkan. Ada beberapa program yang kami usulkan, baik melalui Musrenbang maupun melalui reses seperti ini. Program-program tersebut berasal dari kebutuhan warga yang disampaikan melalui ketua-ketua RT,” kata Andreas.
Dalam kegiatan tersebut, Elias Rande Ratu juga menyerahkan bantuan berupa kursi kepada warga RT 19 untuk mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat setempat.
Elias berharap melalui kegiatan reses tersebut, hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin dekat, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diperjuangkan dan mendapat perhatian dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika.
(Redaksi)














