Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa di NTT

KUPANG, PENAPAPUA.com

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi
magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas bersama perwakilan karyawan PTFI asal NTT membawa
langsung sebagian bantuan kemanusiaan menggunakan pesawat dengan total berat 1,5 ton.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Tony Wenas kepada Gubernur NTT, Melki Laka
Lena di Kantor Gubernur, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (1/9/2026).

Selanjutnya distribusi bantuan akan menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk
Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai
Timur.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita
yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami
untuk berbuat lebih banyak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudarasaudara kita di NTT, serta langkah ini dapat memicu semangat berbagi dari lebih banyak pihak lain,” kata Tony Wenas.

Ia menjelaskan, PTFI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi di NTT dengan menurunkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan, serta menggalang donasi karyawan
yang dilipatgandakan dua kali lipat oleh perusahaan sebagai simbol kolaborasi nyata seluruh insan PTFI (Timika, Nabire, Gresik, Jakarta) bagi pemulihan NTT.

Bantuan PTFI yang disalurkan melalui Human Initiative tersebut mencakup 700 paket yang
terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit.

PTFI juga mendukung pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat sekolah darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

Selain kontribusi perusahaan, karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura,
Kuala Kencana, Nabire, Gresik dan Jakarta, turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” kata Tony.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan PTFI dalam membantu pemerintah
menangani dampak bencana gempa.

“Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat,” kata Melki.

Respons PTFI terhadap bencana gempa NTT telah dimulai sejak fase awal bencana. PTFI
mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter dan
paramedis dari Timika untuk bergabung bersama tim ESDM Siaga Bencana dalam memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.
Tim PTFI memberikan dukungan medis dan tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak di
Flores, termasuk Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong dan Waso.

Sejak pertengahan Agustus, PTFI telah mengirimkan enam personel yang terdiri atas tim
rescue dan tenaga medis ke NTT.
Tim tiba pada 22 Agustus dan bertugas hingga 31 Agustus untuk membantu upaya penyelamatan serta memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

“Selama bertugas, tim medis PTFI telah memberikan layanan kepada hampir 500 pasien. Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan bersama Kementerian ESDM melalui posko tanggap darurat,” lanjut Tony.

Selain melalui HI, PTFI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah
Indonesia (PMI).

Bantuan tersebut terdiri atas 300 Hygiene Kit, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit dan 300 Bedding Kit. PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar 1 ton.

Dukungan PTFI kepada masyarakat terdampak gempa NTT merupakan bagian dari wujud nyata perusahaan untuk hadir dalam situasi bencana dan mendukung masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pada Januari 2026, PTFI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir dan
longsor di Sumatera melalui Human Initiative dan PMI.

Sebelumnya, PTFI juga mengerahkan
tim tanggap darurat untuk mendukung operasi penyelamatan korban runtuhnya bangunan
Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025.

PTFI juga menyalurkan bantuan bagi
masyarakat terdampak bencana banjir, longsor dan kekeringan di sejumlah wilayah
Indonesia.

Melalui berbagai respons tersebut, PTFI terus berupaya menjalankan semangat gotong royong dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai mitra kemanusiaan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (Redaksi)

banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *