TIMIKA, PENAPAPUA.com
Kepala Suku Amungme, Hasan Kemong, meminta seluruh masyarakat menghentikan perpecahan yang terjadi di tubuh lembaga adat Lemasa. Ia menegaskan hanya ada satu pimpinan Lemasa yang diakui secara resmi oleh pemerintah, yakni John Stingal Beanal.
Pernyataan itu disampaikan Hasan Kemong saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor DPRK Mimika pada Selasa (28/7)2026). Menurutnya, keberadaan beberapa kubu kepemimpinan justru membingungkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“Sekarang ada beberapa kubu. Akibatnya, pemerintah juga bingung mau membantu yang mana,” kata Hasan Kemong.
Hasan menjelaskan Lemasa dibentuk oleh almarhum Tom Beanal dan hingga kini hanya memiliki satu kepemimpinan yang sah secara hukum maupun di mata pemerintah.
“Yang diakui secara resmi hanya satu orang, yaitu Bapak John Beanal. Itu yang harus dipahami masyarakat,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga Amungme, agar menerima kepemimpinan tersebut dan tidak lagi terpengaruh oleh pihak-pihak yang dinilai memprovokasi munculnya perpecahan.
“Jangan ada yang menjadi provokator. Mari bergandengan tangan membangun lembaga adat ini dengan baik,” ujarnya.
Hasan juga berharap John Beanal dapat merangkul seluruh pihak yang selama ini berada di kubu berbeda agar konflik internal segera berakhir.
“Saya harap semua dirangkul supaya persoalan ini selesai. Jangan ada lagi pihak-pihak yang terus memprovokasi masyarakat,” katanya.
Menurut Hasan, persatuan di dalam lembaga adat penting agar masyarakat Amungme tetap harmonis dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Mimika.
“Kami ingin wilayah Amungme tetap harmonis dan bisa bersama-sama dengan semua mitra membangun Mimika menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Di akhir keterangannya, Hasan kembali menegaskan posisinya sebagai Kepala Suku Amungme.
“Saya Kepala Suku Amungme, Hasan Kemong. Itu yang jelas,” tutupnya.
(Redaksi)














