Kadis PUPR Ungkap Penyebab Kerusakan Jembatan di Kampung Jagamin

banner 468x60

TIMIKA, Penapapua.com

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengungkapkan, kerusakan yang dialami jembatan gantung di Kampung Jagamin, Distrik Tembagapura, tidak termasuk sebagai kegagalan konstruksi.

banner 336x280

Di mana , setelah insiden tersebut terjadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) segera beroordinasi dan konsultasi dengan pihak kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas guna mengidentifikasi penyebab kerusakan.

“PPK dan PPTK langsung berkoordinasi dengan kontraktor dan konsultan untuk mengetahui penyebabnya. Dari hasil identifikasi awal, kerusakan disebabkan oleh pengancing seling yang patah. Itu merupakan barang pabrikan,” ujar Inosensius kepada wartawan pada Kamis (15/1/2026).

Lebih lanjut, meskipun komponen tersebut telah melalui uji tarik dan uji tekan di pabrik, kejadian kerusakan tetap bisa terjadi dan berada di luar kendali manusia maupun kontraktor.

“Jika disebut gagal konstruksi seharusnya keempat seling bermasalah. Tapi faktanya, hanya satu pengancing yang terlepas sehingga jembatan hanya mengalami kemiringan, bukan roboh,” jelasnya.

Yoga menegaskan, proyek jembatan tersebut masih berada didalam masa pemeliharaan dan dilindungi oleh garansi bank. Oleh karena itu, perbaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak membebani pemerintah daerah, ujaronya.

Ditambahkannya, garansi bank sudah ada dan PPK sudah mengantisipasi hal tersebut. Kontraktor dan konsultan telah sepakat untuk melakukan perbaikan guna mengembalikan kondisi jembatan seperti semula.

Ia juga menyampaikan komponen pengganti telah dipesan langsung dari pabrik dan sudah tiba di Timika menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

Selanjutnya, peralatan tersebut akan segera dibawa ke lokasi untuk proses pemasangan.

Jembatan Jagamin merupakan satu dari tiga jembatan gantung yang dibangun di wilayah Tembagapura. Dari ketiga jembatan tersebut, hanya jembatan di Kampung Jagamin yang mengalami gangguan teknis.

Sedangkan untuk anggaran, kata Yoga
menyebutkan nilai pembangunan jembatan gantung tersebut berkisar antara Rp11 miliar hingga Rp15 miliar. Hal ini dikarenakan penggunaan material pabrikan serta proses mobilisasi yang harus dilakukan dengan helikopter karena kondisi geografis yang terpencil.

“Dan memang pekerjaan di wilayah tersebut memang memiliki kesulitan tinggi. Selain jembatan gantung, mobilisasi material juga membutuhkan biaya besar,” tutupnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *