Kogabwilhan III Sita 47 Senjata Api dan Ribuan Batang Ganja pada Operasi Semester I 2026

TIMIKA, PENAPAPUA.com

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memaparkan hasil pelaksanaan operasi Semester I Tahun 2026 di delapan provinsi yang menjadi wilayah kerja Kogabwilhan III. Dalam operasi tersebut, TNI mengungkap berbagai kasus penyelundupan senjata api, narkotika, hingga aktivitas ilegal di wilayah darat, laut, dan udara.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled


Paparan itu disampaikan dalam konferensi pers yang turut dihadiri Kaskogabwilhan III, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVIII/Kasuari, Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Pangkoarmada III, Pangkoopsud III, Danpasmar III, Pangkoops Habema, serta pejabat TNI lainnya.


Lucky mengatakan, operasi yang dilakukan mencakup wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara.
“Ini merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus pertanggungjawaban kami dalam pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara,” kata Lucky.


Ia menjelaskan, di wilayah laut, TNI berhasil mengungkap sejumlah aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai sarana distribusi, di antaranya dugaan penyelundupan senjata api yang akan dipasok kepada kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), praktik ilegal ship-to-ship transfer bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan satwa dilindungi, hasil kelautan, narkotika, serta 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.


Sementara itu, pengamanan wilayah udara berhasil menggagalkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pesawat asing maupun pesawat tanpa izin yang memasuki wilayah udara Indonesia.


Di wilayah darat, khususnya kawasan perbatasan, TNI menemukan hampir 3.000 batang tanaman ganja. Selain itu, aparat juga menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin modifikasi yang dapat menggunakan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber, senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai sekitar Rp36 juta, serta perlengkapan lain yang disebut digunakan oleh kelompok OPM.


Menurut Lucky, keberhasilan operasi juga mencakup penerimaan penyerahan sejumlah senjata rakitan maupun standar di wilayah Kodam XV/Pattimura, Maluku.


Ia menegaskan, seluruh capaian tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan di wilayah timur Indonesia.


“Kami akan terus meningkatkan patroli, pengawasan wilayah darat, laut, dan udara, memperkuat kerja sama dengan instansi terkait, serta menutup seluruh celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal maupun kelompok bersenjata yang mengancam masyarakat sipil,” ujarnya.


Menanggapi mengenai tindak lanjut atas penyelundupan senjata, Lucky mengatakan TNI menduga senjata yang diamankan berasal dari jalur luar maupun dalam negeri. Karena itu, pengawasan di jalur perairan akan terus diperketat.


“Ada indikasi masuknya senjata berasal dari luar maupun dari dalam. Ini menjadi perhatian kami. Kami akan terus melakukan penyekatan karena satu butir amunisi saja bisa menimbulkan korban jiwa,” kata Lucky.


Ia juga menyebut TNI akan terus memperkuat kehadiran aparat di daerah-daerah yang dinilai masih minim pelayanan negara. Menurut dia, langkah tersebut bertujuan melindungi masyarakat sekaligus memastikan pelayanan pemerintah dapat dirasakan hingga ke wilayah terpencil.


“Kami ingin masyarakat merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan yang baik sehingga lahir generasi penerus yang menjadi pemimpin masa depan Papua,” tuturnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *