Nakes Jila Minta Jaminan Keamanan Sebelum Kembali Bertugas

TIMIKA, PENAPAPUA.com

Para tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, belum bersedia kembali ke tempat tugas. Mereka meminta jaminan keamanan dan keselamatan sebelum kembali membuka pelayanan kesehatan di wilayah yang sempat dilanda rentetan insiden keamanan pada pertengahan Agustus 2026.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Seluruh nakes Jila telah dievakuasi ke Timika setelah situasi keamanan memburuk. Hingga Jumat, 11 September 2026, mereka masih berada di kota sambil menunggu kepastian mengenai kondisi keamanan di distrik tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Golfried Maturbongs, mengatakan permintaan jaminan keamanan menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurut dia, nakes tidak sekadar membutuhkan kepastian untuk dapat bekerja, tetapi juga perlindungan terhadap keselamatan mereka selama menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Mereka minta jaminan. Mereka butuh jaminan keamanan dan keselamatan saat bekerja. Pak Bupati merespons positif, tetapi beliau juga mempertimbangkan faktor keamanan di sana,” kata Golfried saat ditemui wartawan di Grand Tembaga Hotel, Timika, Jumat (11/9/2026).

Situasi Jila memanas setelah penembakan pada 17 Agustus 2026 yang menyebabkan seorang anggota TNI gugur. Sehari kemudian, 18 Agustus, terjadi penculikan terhadap sembilan remaja putri warga lokal.

Rentetan kejadian itu membuat pemerintah mengevakuasi para tenaga kesehatan dari Jila. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah jatuhnya korban dari kalangan petugas pelayanan publik.

Golfried mengatakan Dinas Kesehatan kini terus berkoordinasi dengan Bupati Mimika Johannes Rettob mengenai keberadaan para nakes sekaligus memantau perkembangan situasi keamanan di Jila.

“Kita lihat-lihat dulu sambil menunggu situasi kamtibmas di Distrik Jila kembali kondusif,” ujarnya.

Menurut Golfried, persoalan di Jila tidak hanya menyangkut pelayanan kesehatan. Kondisi keamanan juga berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan dasar lainnya, termasuk pendidikan dan pemerintahan distrik.

“Ini bukan hanya untuk pelayanan kesehatan, tetapi juga pelayanan pendidikan dan pemerintahan distrik,” kata dia.

Untuk pengamanan, Golfried mengatakan koordinasi dengan aparat keamanan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah. Namun, keputusan mengenai aspek keamanan tersebut berada di tingkat pimpinan daerah.

Pemerintah Kabupaten Mimika kini menghadapi pilihan antara segera mengembalikan pelayanan publik ke Jila atau menunggu kondisi benar-benar dinilai aman. Bagi para nakes, kepastian keselamatan menjadi syarat sebelum mereka kembali menjalankan tugas di wilayah tersebut.
(Redaksi)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *