Pasca Prosesi Pembakaran Jenazah, Polisi Lakukan Penyekatan di Lokasi Perang

banner 468x60

TIMIKA, Penapapua.com

Upaya yang dilakukan pihak kepolisian pasca dilakukannya prosesi adat yaitu pembakaran jenazah adalah dengan melakukan penyekatan dan pengamanan di seputar lokasi perang.

banner 336x280

“Jadi di sini kami siagakan personel sebanyak 150 personel terdiri dari Brimob Yon B Timika dan Sabhara Polres Mimika,” kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui wartawan di Kwamki Narama pada Selasa (6/1/2026).

Kapolres mengatakan, adapun tujuannya adalah untuk mempercepat proses perdamaian.

“Jadi kami mendorong kepada pemerintah untuk mempercepat hal itu. Sedangkan kami sudah lakukan upaya-upaya pengamanan, agar segera dilakukan proses perdamaian segera,” katanya.

Kapolres juga menjamin keamanan bagi masyarakat di Kwamki Narama.

“Masyarakat tidak usah khawatir. Kami 24 jam di sini. Kami juga sudah menyiapkan tenda posko di tengah-tengah lokasi perang. Tujuannya memang untuk menjamin keamanan masyarakat khususnya di wilayah Kwamki Narama,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, korban JM tewas akibat tertancap puluhan anak panah pada Minggu (4/1/2026).

Dan pada Selasa (6/1/2026), jenazah korban dilakukan prosesi adat dengan cara dibakar di batas wilayah konflik antara kelompok Dang dan kelompok Newegalen, tepatnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. (Redaksi)

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *