Pemda Puncak Ambil Alih Proses Pembakaran Jenazah, Pj Sekda Puncak: Tolong Hargai Pemerintah, Jika Terulang maka Proses Hukum

banner 468x60


TIMIKA, Penapapua.com

Pemerintah Kabupaten Puncak akhirnya mengambil alih proses pemakaman atau pembakaran jenazah korban konflik di Kwamki Narama berinisial JM pada Minggu (4/1/2026).

banner 336x280

Sebelum dilakukan proses pembakaran jenazah, pada Senin (5/1/2026) Pemerintah Kabupaten Puncak telah melakukan upaya negosiasi dengan kedua belah pihak namun tidak membuahkan hasil.

Negosiasi pun kemudian dilanjutkan pada Selasa (6/1/2026) dan telah disepakati bahwa Pemerintah Kabupaten Puncak akan ambil alih proses pembakaran jenazah. Yang mana awalnya diputuskan bahwa jenazah akan dibakar di samping Kantor Distrik Kwamki Narama.

Hal itu justru mendapat perlawanan dari kubu bawah atau Dang. Mereka tidak setuju dengan hal tersebut sehingga sempat menyerang rombongan Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak, Nenu Tambuni serta aparat keamanan.

Ratusan personel gabungan berhasil mengamankan situasi sehingga jenazah JM berhasil dibakar di batas wilayah konflik antara kelompok Dang dan kelompok Newegalen, tepatnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama.

Pj Sekda Puncak, Nenu Tambuni usai prosesi adat mengatakan, dirinya diarahkan untuk melakukan negosiasi.

Negosiasi pertama telah dilakukan yaitu proses pemakaman atau pembakaran yang sekarang telah dilakukan.
“Dari kemarin kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan hari ini kita telah berhasil melakukan pembakaran secara adat,” ujarnya.

Lanjut Nenu, negosiasi kedua, harus melakukan perdamaian. Tapi perdamaian ini banyak tahapan dari sisi adat.

“Jadi, kedua belah pihak dengan adanya JM, ini tanda bahwa perang aman. Kami pemerintah katakan perang aman. Dengan dibakarnya JM ini tidak boleh ada lagi perang suku lagi. Sudah 11 orang meninggal. Orang di luar tertawa kita. Jadi kita orang Puncak, Dani, Damal, Beoga, Sinak, Ilaga kalian semua bertobat sekarang. Itu sudah melawan Tuhan Allah. Biarlah kematian JM dan adik perempuan merupakan korban terakhir,” tegasnya.

Pj Sekda meminta kedua belah pihak untuk hargai pemerintah.

“Kita sudah hadir dan mengamankan jenazah tapi jika besok terulang lagi maka tindakannya akan lain. Semua akan di proses hukum. Oleh karena itu mudah-mudahan dengan adanya kejadian hari ini besok kita bicarakan tahapan perdamaian,” katanya.

Dirinya pun berterima kasih kepada semua keluarga sudah bersedia dan sepakat, apa yang disampaikan pemerintah dan aparat keamanan maka harus terima.

“Saya atas nama Pemerintah Puncak mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan dan semua pihak karena telah mengamankan proses adat dalam keadaan aman dan baik. Selanjutnya, kita akan melakukan tahapan berikutnya yaitu tahapan perdamaian,” pungkasnya. (Redaksi)

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *