Pemkab Mimika Latih Generasi Muda Amungme dan Kamoro Lestarikan Musik Tradisional Papua

TIMIKA, PENAPAPUA.com

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan musik tradisional bagi generasi muda suku Amungme dan Kamoro sebagai upaya melestarikan warisan budaya Papua.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Pelatihan yang diikuti masyarakat dan pelaku seni itu berlangsung selama empat hari, 14-17 Juli 2026, di Hotel Cartenz, Timika, Papua Tengah.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Mimika, Ananias Faot, serta dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mimika Elisabet Cenawatme, narasumber, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan para peserta.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mimika, Daniel Orun, mengatakan musik tradisional Papua merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, identitas, dan kearifan lokal sehingga perlu dijaga keberlangsungannya.

“Pelatihan ini bertujuan melahirkan pemusik lokal yang kompeten, mencintai budayanya sendiri, serta mampu melestarikan musik tradisional Papua,” kata Daniel saat membuka kegiatan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Daniel, selama pelatihan peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik, baik secara individu maupun kelompok. Pada akhir kegiatan, peserta akan menampilkan pertunjukan sederhana sebagai bagian dari evaluasi hasil pembelajaran.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045, serta Peraturan Bupati Mimika tentang tugas dan fungsi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Ananias Faot mengatakan musik tradisional Papua tidak seharusnya hanya ditampilkan dalam festival tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Bunyi tifa di pegunungan dan pesisir pantai merupakan suara Tanah Papua, suara leluhur yang bercerita tentang keberanian, kedamaian, dan kebersamaan,” ujarnya.

Ananias mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi penerus yang mampu memainkan alat musik tradisional Papua. Menurut dia, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik memainkan alat musik, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berpesan agar peserta tidak malu memainkan musik tradisional Papua karena keunikannya menjadi kekayaan budaya yang dihargai dunia.

Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dengan memadukan musik tradisional dan modern tanpa menghilangkan identitas budaya Papua, serta membagikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif akan terus mendukung pembinaan musik lokal dan memberikan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Mimika,” kata Ananias.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap musik tradisional Papua sehingga warisan budaya Amungme dan Kamoro tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *