TIMIKA, PENAPAPUA.com
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pascaterjadinya konflik sosial atau perang kelompok di Distrik Kwamki Narama, personel gabungan TNI-Polri melaksanakan patroli dan razia yang dilaksanakan pada Selasa (2/9/2026).
Aparat gabungan melaksanakan razia di sembilan titik di wilayah Distrik Kwamki Narama.
Dari hasil kegiatan tersebut, petugas mengamankan sembilan orang yang kedapatan membawa senjata tajam di tempat umum.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Putut Yudha Pratama mengatakan, sembilan orang tersebut saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami sementara ini mengamankan sembilan orang karena kedapatan membawa senjata tajam berupa busur, anak panah dan parang.
Sembilan orang yang diamankan masing-masing berinisial MW, RT, DT, IT, MM, YK, JW, MK dan MD,” ujar AKP Putut Yudha Pratama.
Selain mengamankan sembilan orang tersebut, kata dia, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua busur panah, 23 anak panah, empat parang, satu ketapel, satu tulang kasuari, serta dua unit kendaraan roda empat yang diduga digunakan untuk membawa senjata.
Kata Putut, kesembilan orang tersebut diterapkan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun.
“Kesembilan orang tersebut kami terapkan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata AKP Putut.
Polres Mimika menegaskan, kegiatan razia dan penertiban terhadap kepemilikan maupun membawa senjata tajam tanpa hak akan terus dilakukan secara intensif.
Putut menambahkan, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan, sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Distrik Kwamki Narama.
Polres Mimika mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membawa, menggunakan maupun menyimpan senjata tajam dan senjata lainnya untuk tujuan yang dapat memicu terjadinya konflik.
Masyarakat juga diharapkan bersama-sama menjaga keamanan serta menyerahkan setiap persoalan kepada aparat dan mekanisme hukum yang berlaku.
Polres Mimika bersama unsur TNI dan seluruh pihak terkait akan terus hadir dalam menjaga keamanan masyarakat serta mencegah terjadinya konflik lanjutan di wilayah Kabupaten Mimika. (Redaksi)














