JAYAPURA, PENAPAPUA.com
Satuan Tugas Pasukan Gerak Cepat Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis ganja melalui jalur udara di Bandara Sentani, Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 07.08 WIT.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, penyelundupan ini berhasil diendus berkat kejelian luar biasa dari petugas Bandara dan Prajurit Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG saat melakukan pemeriksaan rutin pada mesin X-Ray IAS Cargo Bandara Sentani.
Yang mana petugas mencurigai sebuah paket kardus yang terbungkus rapi.
Setelah dilakukan pembongkaran bersama, petugas menemukan 50 paket ganja kering kualitas super seberat 670 gram.
Guna mengelabui petugas, barang haram tersebut sengaja disembunyikan di dalam lipatan beberapa helai pakaian.
“Prajurit TNI di perbatasan tidak hanya menjaga patok negara, tetapi juga melindungi generasi bangsa dari racun narkoba. Kami tidak akan memberi ruang bagi pihak mana pun yang ingin merusak kedamaian bumi Cenderawasih,” katanya.
Dijelaskannya, berdasarkan data manifest pengiriman Lion Parcel dengan nomor resi 11LP178365133204, paket terlarang tersebut dikirim oleh terduga pelaku berinisial A-S yang beralamat di Jalan Pasar Lama Abepura, Jayapura.
Dikatakannya, paket tersebut sedianya akan diterbangkan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan Flight JT 789 – JT 941 menuju Sorong, dengan penerima berinisial R-H (beralamat di belakang Komplek RRI Sorong, Papua Barat Daya).
Pasca-penemuan tersebut, Danpos Jayapura Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan GM Cargo IAS dan KP3 Bandara Sentani guna mengamankan barang bukti dan memproses hukum jaringan tersebut.
Keberhasilan ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi keamanan nasional.
Berdasarkan analisis intelijen, tidak menutup kemungkinan bahwa upaya penyelundupan ganja ini merupakan salah satu modus penumpukan dana (logistic funding) yang digerakkan oleh kelompok separatis OPM.
Dana dari bisnis haram ini diduga kuat akan digunakan untuk mendukung logistik dan pergerakan organisasi yang merongrong kedaulatan NKRI di wilayah operasi.
Penggunaan jalur kargo udara mengindikasikan bahwa kelompok terlarang ini mencoba memanfaatkan celah sistem distribusi barang di bandara.
Namun, kesiapsiagaan penuh dari Satgas Pasgat dan otoritas bandara berhasil mematahkan strategi mereka.
“Negara hadir, dan TNI bersama seluruh elemen masyarakat Papua akan terus berdiri tegak menjaga setiap jengkal tanah perbatasan demi keutuhan serta kedamaian Ibu Pertiwi,” pungkasnya. (Redaksi)














