Sopir Lajuran Asal Toraja Tewas Ditembak di Jalur Trans Wamena-Nduga

WAMENA, PENAPAPUA.com

Aris Sanda, sopir lajuran asal Toraja, tewas ditembak kelompok bersenjata di jalur Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan, Selasa, 15 September 2026. Kendaraan yang dikemudikannya dibakar setelah para penumpang diperintahkan turun.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Peristiwa itu terjadi ketika Aris membawa sejumlah penumpang dari Wamena menuju wilayah Mbua. Kendaraan tersebut dilaporkan dihadang kelompok bersenjata di kawasan tanjakan Gunung Boy.

Para penumpang kemudian diperintahkan keluar dari kendaraan. Sejumlah penumpang, termasuk warga lokal, dilepaskan. Namun Aris tetap ditahan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Menurut informasi yang diterima, Aris kemudian dipaksa membuat rekaman video berisi pernyataan dukungan terhadap Papua merdeka. Setelah rekaman dibuat, ia ditembak hingga meninggal dunia.

Kendaraan lajuran yang dikemudikannya kemudian dibakar di lokasi kejadian.

Kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut aksi terjadi sekitar pukul 09.25 WIT.

Kelompok tersebut juga menuding Aris sebagai anggota intelijen militer yang menyamar sebagai sopir. Namun tudingan itu merupakan klaim sepihak dan belum terverifikasi secara independen.

TPNPB-OPM juga mengeluarkan peringatan kepada masyarakat pendatang yang bekerja sebagai sopir maupun pengemudi ojek agar tidak melintasi sejumlah ruas jalan yang mereka klaim sebagai wilayah konflik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi secara lengkap dari kepolisian maupun TNI mengenai kronologi penembakan, proses evakuasi jenazah, serta identitas pelaku.

Penembakan Aris menambah rangkaian kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan. Sebelumnya, pada 9 September 2026, sejumlah pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya juga dilaporkan menjadi korban penembakan ketika melakukan perjalanan di wilayah Distrik Muliama.

Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di kawasan tersebut.
(Redaksi)

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *