Stand Tichi Produk Juara I TIFA 2026, Beatrix: Saya Bangga Produk Papua Tengah Diakui

TIMIKA, PENAPAPUA.com

Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Beatrix Antoneta Manggo, pemilik Stand Tichi Produk Papua Tengah, usai dinobatkan sebagai Juara I Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026.

Ungu Dan Putih Modern Jasa Pembuatan Website Facebook Ad 20260323 184827 0000.jpg scaled

Penghargaan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Beatrix. Pasalnya, ini bukan kali pertama ia meraih prestasi setelah beberapa kali mengikuti pameran produk kreatif.

“Saya merasa bangga sekali. Sudah beberapa kali mengikuti event, dan kali ini kembali dipercaya menjadi juara. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya,” kata Beatrix usai menerima penghargaan.

Perempuan asal Papua Tengah itu mengatakan keikutsertaannya dalam berbagai pameran bukan sekadar untuk berjualan, tetapi juga memperkenalkan produk-produk lokal Papua agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Produk andalannya berupa tas modern yang memadukan material lokal seperti kulit kayu dan daun sagu dengan kulit premium, seperti kulit buaya, biawak, sapi, kambing, hingga domba yang didatangkan dari Eropa.

“Yang membedakan produk saya adalah perpaduan bahan lokal Papua dengan kulit premium. Jadi tas ini tetap membawa identitas Papua, tetapi tampil modern dan bisa dipakai siapa saja,” ujarnya.

Selain tas, Beatrix juga mengembangkan batik dengan merek sendiri yang mengangkat kekayaan budaya Papua Tengah. Menurutnya, setiap produk dibuat dengan memperhatikan kualitas sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Harga setiap tas pun bervariasi, bergantung pada jenis bahan yang digunakan. Tas berbahan kulit buaya menjadi produk dengan nilai tertinggi, disusul kulit biawak dan kulit sapi.

Selama dua hari pelaksanaan TIFA 2026, Beatrix mengaku penjualan produknya mencapai sekitar Rp80 juta. Pada hari pertama ia mencatat omzet sekitar Rp25 juta, sedangkan hari kedua mencapai lebih dari Rp60 juta.

“Puji Tuhan, penjualan selama dua hari ini sekitar Rp80 juta. Ada beberapa pejabat juga membeli produk saya, tetapi mereka meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan,” ungkapnya.

Bagi Beatrix, penghargaan sebagai stand terbaik bukan menjadi akhir perjalanan. Ia berharap produk-produk kreatif Papua Tengah semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya ingin terus mengembangkan produk berbahan lokal Papua agar semakin dikenal luas. Harapannya, karya anak-anak Papua bisa menjadi kebanggaan dan memiliki tempat di pasar yang lebih besar,” tuturnya.

Melalui TIFA 2026, Beatrix menilai para pelaku UMKM Papua memperoleh ruang untuk menunjukkan bahwa kekayaan alam dan budaya Papua mampu diolah menjadi produk kreatif yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *