TIMIKA, PENAPAPUA.com
Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPRK Mimika, Abrian Katagame, menyoroti kondisi masyarakat Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang masih menghadapi keterbatasan hunian layak, akses transportasi, dan infrastruktur dasar.
Permasalahan tersebut disampaikan Abrian saat menggelar reses untuk menyerap aspirasi warga Distrik Jila yang kini bermukim di kawasan SP5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Senin (13/7/2026).
Menurut Abrian, salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah minimnya rumah layak huni. Akibat keterbatasan tersebut, satu rumah bahkan dihuni oleh tiga hingga empat kepala keluarga (KK).

“Faktanya di lapangan, satu rumah dihuni oleh tiga sampai empat KK. Ini menjadi aspirasi yang selalu disorot. Masyarakat kita membutuhkan perhatian serius terkait hunian,” kata Abrian.
Selain persoalan perumahan, Abrian juga menyoroti kondisi infrastruktur di Distrik Jila yang dinilai masih tertinggal, terutama minimnya jembatan penghubung antarkampung.
Ia mengatakan, ketika musim hujan dan banjir terjadi, akses masyarakat menjadi terputus sehingga aktivitas ekonomi maupun pelayanan dasar ikut terganggu.
Menurut dia, warga yang bekerja sebagai petani harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer sambil memikul hasil panen karena belum tersedianya akses transportasi yang memadai.
“Kalau jembatan putus, masyarakat tidak bisa ke mana-mana. Saat mereka membutuhkan layanan kesehatan di ibu kota distrik, mereka terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Abrian menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ia berharap hasil reses yang telah dihimpun tidak berhenti sebagai laporan administrasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami berharap ini bukan sekadar formalitas. Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada dinas terkait agar menjadi program prioritas untuk direncanakan pembangunannya tahun depan. Ini kebutuhan mendesak, bukan lagi keinginan,” kata Abrian.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memprioritaskan pembangunan jembatan permanen, peningkatan akses transportasi, serta bantuan rumah layak huni bagi masyarakat Distrik Jila agar kualitas hidup warga dapat meningkat dan keterisolasian wilayah dapat dikurangi.
(Redaksi)














